POET'S CORNER

Blog EntrySEMINAR : TEMU KEMBALI CITRAAug 30, '08 5:32 AM
for everyone

Hari ini aku menghadiri seminar kakak kelasku. Aku tak sendiri, bersama dua orang temanku kami menuju ruang seminar ilkom di lantai 3. Tapi sebelumnya, kami membeli kartu seminar di TU ilkom. Ternyata saat sampai di ruang seminar, kak Rizky sudah memulai persentasinya. Aku dan teman-teman langsung saja buru-buru masuk dan duduk di barisan paling depan. Saat melihat ke arah power point yang diperbesar di depanku…oh no!! what is it? Aku tidak paham apapun. Rumus-rumus peluang bayes terukir indah disana dan dengan fasih kak Rizky menjelaskannya kepada audience. Diantara semua penjelasannya yang panjang lebar itu, aku hanya bisa paham satu hal. Penelitiannya sangat menarik karena membahas temu kembali citra. It is like making search engine for images. Benar-benar menarik!! Dengan perhitungan peluang bayessian, Kak Rizky berusaha menemukan cara yang lebih baik dari yang dikembangkan oleh peneliti sebelumnya. Jadi, dalam aplikasi yang ia buat, kita bisa mendapatkan image yang sesuai dengan query image yang kita masukkan. Tapi tidak sama persis. Namun, hasilnya sangat mengagumkan menurutku. Hebat!!! Aku bahkan sempat berpikir kalau mesin seperti itu ada pasti akan membantu sekali dalam kasus-kasus criminal. Misalnya dalam pencarian buronan yang seringkali menyamar untuk menghindari upaya penangkapan pihak keamanan. Kita bisa buat mesin pencari yang di implementasikan dalam website seperti google. Images-nya didapatkan dari database web-web yang ada di server. Bila kita berikan input query gambar fotografi seseorang maka akan tampil gambar-gambar yang mirip dengan input yang kita masukkan tersebut. Tapi bagaimana caranya ya? Hoho it needs high quality research.

Setelah kak Risky kini giliran kak Imam yang presentasi. Topic yang diangkat masih tentang temu kembali citra.  Penelitian kak Imam hampir mirip dengan penelitian kak Risky. Bedanya kalau kak Risky memerlukan query berupa image sementara kak Imam berupa teks yang berupa anotasi citra. Bagi yang belum tahu, anotasi itu adalah pendeskripsian pada citra. Jadi aplikasi yang dibuat kak Imam ini mirip dengan mesin pencari google untuk gambar. Bila user memasukkan query teks tertentu maka akan dihasilkan images yang diinginkan. Tapi awalnya kak Imam menjelaskkan kalau google search engine itu masih ada kelemahannya tapi aku lupa apa itu (lupa nyatet) yang jelas pada penelitiannya kak imam berusaha untuk membuat aplikasi yang lebih baik. Jadi setiap gambar yang ada (dalam penelitiannya ada +- 1000 images) dibuat manual anotasinya.  Dalam penelitiannya ruang lingkup gambar adalah yang berukuran 384*256 pixel agar dapat dibuat grid-grid yang tepat persegi dengan ukuran semua grid pada images tersebut ada yang 2*3, 4*6 dan 8*12. Nah pada saat itu aku bertanya-tanya. Berarti kalau ukuran images-nya dibatasi, kemampuan aplikasi ini juga terbatas dong. Artinya ukuran query images yang lebih besar atau lebih kecil dari ukuran yang ditentukan tidak dapat menghasilkan output yang benar (sesuai yang diharapkan user). Terus aku juga berpikir bisa tidak ya dibuat sebuah mesin pencari yang fleksible, tidak tergantung ukuran query citra.  Jadi, nantinya mesin itu sendiri yang melakukan identifikasi kalau images ukuruan segini ukuran grid-nya akan seperti ini (dynamic grid). sehingga query images ukuran apapun tidak masalah di mesin tersebut dan akan menghasilkan pencarian yang tepat. MUNGKINKAH?

Terima kasih buat temanku yang mengajakku untuk mengikuti seminar kakak kelas (kakak kelasku itu dua-duanya asisten praktikum algor lho..hebat!!). Meskipun kurang paham, setidaknya sedikit membuka wawasanku tentang hal-hal lain yang berkaitan dengan ilmu computer. Aku juga kagum sama mereka. Bisakah aku seperti itu? Bahkan bisa lebih baik dari mereka? Selain topic yang bagus, cara mereka presentasi juga bagus. Mereka begitu rileks. Hmmmm insya allah dua tahun lagi adalah giliranku dan teman-teman angkatan 43….Semangat!!!

                                                                                                                  Pelangi, 26 Agustus 2008     

 


Add a Comment